Jumat, 10 Mei 2013

-no title_

Untuk apa terus mempertahankan hubungan jikalau tepaksa? Untuk apa terus mempertahankan hubungan jikalau satu pihak tidak bisa mengerti?
Maaf. Tapi itu alasanku mengapa aku meninggalkanmu. Membiarkanmu lepas. Bukan. Bukan karna aku sudah tidak perduli, atau sudah tidak sayang. Aku hanya lelah. Aku lelah terus-terusan berada di sangkarmu, dengan aturan-aturan serta jadwal yang sudah kau atur. Aku lelah selalu mengalah. Aku lelah jika harus selalu memahami sikap mu yang labil. 
Aku tak tau siapa yang salah. Mungkin aku yang belum bisa menyayangimu. Mungkin kamu yang terlalu dalam dan posesif. Mungkin "kita" yang terlalu memaksakan hubungan ini. Atau mungkin tidak ada yang salah karna semua ini berjalan bukan atas mau kita. 
Aku pusing. Aku tidak bisa membaca apa maumu.

Rabu, 27 Februari 2013

hate to know.

I hate to know that i love you too much but only in my deep heart. I hate to know that i have no reason why i didn't tell you 'bout my feeling. I actually hate to know that i am-waiting-for-you. 
"Aku bahagia kok melihat kamu bahagia, meski bukan dengan aku". Banyak orang bijak berkata seperti itu. Tapi aku tidak. Aku tidak bisa bertingkah "seolah-olah" aku bahagia. Iya. Aku tau aku egois. Tapi itu yang aku rasain. Melarangmu dekat dengan yang lain? Ha-Ha aku tak punya hak untuk itu. Aku sadar diri aku siapa, aku sadar diri kamu siapa. Kamu memang berharga buat aku. Kamu menyita banyak waktuku untuk memikirkanmu. Ya, memikirkan kamu yang menganggap aku tidak ada dan bahkan aku rela memikirkanmu yang mungkin sedetikpun tak pernah terlintas namaku di pikiranmu. 
Aku tak tau harus bagaimana. Aku lelah menunggumu dalam diam. Rasanya hati ini sudah tidak sanggup membendung semuanya, menahan perasaan yg semakin hari semakin berkembang. 
Aku benci mendapati kenyataan aku menyayangimu. Aku benci setiap hari harus melihat pemandangan yang membuat mata ku sakit, membuat hati ku tersayat..